Gaun pengantin merupakan sebuah busana yang sangat diidam-idamkan bagi para gadis sebagai calon mempelai wanita, Untuk mengetahui sejarah awal mulanya gaun pengantin berikut kami hadirkan sekilas mengenai awal mula dari trend busana pengantin. Pada masa itu, warna ungu kerajaan yang dikenal sebagai Tyrian Purple dihasilkan dengan mengekstrak lendir keong langka bergenus Murex sp. ? Bahkan, warna royal blue yang kala itu hanya dipakai oleh anggota kerajaan, dibuat oleh bangsa Phoenician di sebuah pulau terpencil bernama Iles Purpuraires ? Itu hanya beberapa contoh kenapa kain-kain indah tersebut jadi mahal, eksklusif dan langka. Baju-baju mewah tersebut menjadi penanda atas kelas sosial yang memakainya : Only the wealthiests who afford to buy it.
Pada masa itu, gadis-gadis bangsawan akan merayakan pernikahan mereka dengan memakai baju dan perhiasan berwarna “grandeur” tadi : emas, ungu, dan biru. Karena [secara finansial] mereka mampu membeli bahan-bahan mahal berwarna mewah dan membuat berbagai-macam model pakaian, para gadis bangsawan ini kemudian menjadi trendsetter. Gadis-gadis dari kasta sosial yang lebih rendah hanya bisa berusaha meniru bentuk baju dan penampilan para bangsawan-trendsetter tersebut. Jarang sekali mereka bisa menggunakan baju pernikahan dengan warna “grandeur” tersebut karena mahal.